Indonesia-Malaysia Inclusive Sports and Literacy Camp 2026 – 3 dan 4 Februari 2026
Sebagai bentuk pemahaman tentang pentingnya kesetaraan dan inklusi bagi penyandang disabilitas kembali diwujudkan melalui kegiatan “Indonesia–Malaysia Inclusive Sports and Literacy Camp 2026” yang diselenggarakan pada 3–4 Februari 2026 di Sport Hall, BINUS @Alam Sutera. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Teach For Indonesia, Student Support Office BINUS @Alam Sutera dan Perkins School for the Blind.
Camp inklusif ini diikuti oleh siswa-siswi tunanetra dari Indonesia dan Malaysia, dengan melibatkan Yayasan Raudlatul Makfufin (Taman Tunanetra) serta para pengajar dari Vision Teacher Malaysia. Program ini dirancang untuk memberikan ruang aman dan setara bagi peserta, khususnya siswa-siswi penyandang gangguan penglihatan baik total atau low vision, agar dapat berpartisipasi aktif dalam olahraga adaptif dan kegiatan literasi yang menyenangkan serta bermakna. Pada hari pertama, peserta mengikuti kegiatan Goalball, yaitu olahraga tim khusus tunanetra yang mengandalkan indera pendengaran. Dalam permainan ini, peserta bekerja sama untuk mengoper dan menangkis bola yang dilengkapi dengan bunyi gemerincing, dengan tujuan mencetak gol ke gawang lawan. Aktivitas ini tidak hanya melatih ketangkasan fisik, tetapi juga meningkatkan kerja sama tim, konsentrasi, dan kepercayaan diri peserta.
Sementara itu, hari kedua difokuskan pada penguatan literasi melalui berbagai aktivitas berbasis Braille. Kegiatan dimulai dengan Word Builder Tower (Braille LEGO Challenge) dan Word Treasure Hunt (Braille LEGO) yang mendorong kreativitas, pemahaman kata, serta pemecahan masalah. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan Scrabble Competition dalam program Scrabble Fun Program, yang memanfaatkan permainan Scrabble sebagai media untuk mengembangkan kemampuan bahasa, strategi berpikir, serta interaksi sosial antar peserta. Melalui Indonesia–Malaysia Inclusive Sports and Literacy Camp 2026, para penyelenggara berharap dapat memperkuat semangat inklusi lintas negara sekaligus memberdayakan siswa-siswi tunanetra agar semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi mereka. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi internasional dapat menghadirkan dampak positif dalam menciptakan lingkungan belajar dan beraktivitas yang inklusif bagi semua.


