Pekan Keanekaragaman Permainan Tradisional

December 16, 2013

KANGEN main engklek? lompat tali? gundu? gasing? galaksin? yoyo?? egrang? becak-becakan? congklak? bekel? bakiak? ular tangga?

Pada tanggal 9-12 Desember TFI mengadakan Pekan Keanekaragaman Permainan Tradisional untuk kembali mengingatkan ,melestarikan dan tidak melupakan permainan tradisional dimana permainan-permainan tersebut bermanfaat untuk membentuk karakter kita sejak kecil. Juga memperebutkan Piala Walikota Jakarta Barat !
Hari pertama pembukaan diawali oleh marching band, menyanyikan lagu Indonesia raya lalu sambutan CEO Binus, wakil rektor, juga perwakilan dari kedubes dan masing-masing memainkan gasing tradisional sehingga acarapun resmi dibuka. Dilanjutkan oleh tarian-tarian dari Sastra jepang. Di hari pertama dilakukan kompetisi yoyo yang dinilai langsung oleh yoyo community!

 

Suasana sangat ramai . penuh canda tawa pengunjung dari berbagai kalangan, mahasiswa, anak-anak tk,sd dan smp dari berbagai sekolah, juga masyarakat umum. Mereka semua bersama dengan panitia beramai-ramai bermain petak jongkok, ular naga, galaksin, becak mini dan lompat tali. Pengunjung yang datang mendapatkan petunjuk berisi cara-cara bermain permainan tradisional, pin warna-warni, dan souvenir lainnya.

 

Dibuka juga kelas bahasa perancis , menghias layang-layang yang diminati anak-anak, workshop seni melipat kertas dari rusia yang banyak diikuti dan juga stand permainan Korea yang langsung diperagakan oleh volunteer TFI dari Korea.

 

Dihari terakhir adalah final dari semua permainan! Suasana terlihat semakin ramai dan bersemangat . Setiap peserta antusias mengikuti kompetisi permainan. Yang jadi favorit adalah permainan bakiak. Setelah panitia mencatat semua pemenang, piala diserahkan langsung oleh wakil Walikota kota Administrasi Jakarta Barat! Pemenangnya terdiri dari berbagai kalangan, anak-anak, ibu rumah tangga, dan mahasiswa.

Selamat kepada para pemenang adu permainan tradisional!

 

TFI berharap kita dapat terus memperkenalkan permainan tradisional ini kepada generasi penerus.