Testimoni Volunteer Mandiri Jakarta Marathon 2014

October 31, 2014

Sejak awal saya menjadi binusian, saya selalu bertanya apa yang bisa saya kontribusikan selama perkuliahan saya ini hingga saya lulus. Kupikir dengan menjadi volunteer dapat menambah pengalaman dan wawasan saya dalam hal pengorganisasian. Ternyata hal itu benar terjadi dalam kegiatan yang pertama kali saya ikuti sebagai volunteer Jakarta Marathon 2014. Memang banyak sekali halangan dalam melakukan tugas seperti ingin bersantai-santai dan bermalas-malasan. Namun itu adalah step pertama dalam menjadi volunteer, kita harus bisa mengatasi perasaan seperti itu sehingga pada akhirnya kita sudah terbiasa untuk mengatasi perasaan malas itu. Jakarta Marathon 2014 berjalan dengan lancar, banyak pelari yang senang dengan aksi kegiatan volunteer yang membantu acara ini. Banyak juga yang mengatakan bahwa tahun ini lebih baik daripada sebelumnya. Mungkin untuk event selanjutnya TFI bisa membantu lagi dengan senang hati serta bisa turut membawa nama Indonesia lebih baik lagi dari sebelumnya. Tuhan memberkati

-Russel Lie-

Binusian

—————————————————————————————————————————————————————-

Untuk testimoni mengenai jobdesk saya sebagai Tim Race Pack, saya bisa jadi bisa belajar bagaimana rasanya menunggu sebuah barang yg kita inginkan dengan masalah yg ada. Kayak kemarin kan internetnya Lola. Trus saya bisa belajar bagaimana sikap orang terhadap pelayan, saya juga bisa berkomunikasi dengan orang luar, gak cuman Indonesia. Meskipun berkomunikasi itu dilarang oleh Ka Intan hehe..

Untuk Koor saya, saya kasih two thumbs dah buat dia, Kelvin. Selalu Ada buat kita. Selalu mengecek setiap kondisi yg Ada. Kerjanya bagus. Asik.

-Fransiskus SM Sitanggang- (VTFI-0767)

Politeknik Negeri Media Kreatif

—————————————————————————————————————————————————————-

Untuk acara ini saya ingin menunjukkan apresiasi aku dngn memberi 2 jempol karena dari ketua , koor , dan volunter yg ada bisa mensukseskan acara ini dengan membanggakan dan yg paling penting bu intan juga bsa mengatur acara ini sampao sesukses mungkin dan juga tidak lupa smua volunter dan koor nya bisa saling bekerja sama meski blom pernah ketemu tapi mereka bisa bekerjasama untuk mensukseskan acara ini. Itulah pengalaman saya hehehe

-Mario-

—————————————————————————————————————————————————————-

Senang dan seru bisa berkegiatan volunteer bersama dengan orang yang baru dikenal, walaupun saya bukan binusian, tapi di tim E 9.1 saya merasa kompak banyak canda dan tawa. Penilaian untuk koordinator saya berikan 8,5. Tanggung jawab, peduli dengan volunteernya, dan komunikatif. Koordinartor bernama Fariz.

—————————————————————————————————————————————————————-

Hai, saya Indira. Biasa dipanggil Dira. Sayadari UNJ lho. Saya terpilih dan berkesempatan menjadi volunteer di Jakarta Marathon 2014 pada hari Minggu kemarin. Saya bertugas di Bagdrop bagian Half Marathon. Pengalaman saya menjadi volunteer acara ini merupakan pengalaman pertama saya dan bisa berkontribusi pada acara akbar yg keren bangeeeet! Ini pengalaman yg seruuuu bgt. Dimana saya bisa kenalan dgn orang banyak, punya banyak temen dan bisa saling sharing berbagi pengalaman. Saya senang mempunyai tim yg solid, mau bekerja sama tanpa mengenal perbedaan diantara kami dan mempunyai tim yang kompak. Meskipun saya “orang luar” bukan dari kawasan Binus ataupun TFI, saya merasa mempunyai keluarga baru. Mayoritas tim saya itu berasal dari mahasiswa Binus dan TFI, tetapi mereka bisa merangkul saya dan menganggap saya menjadi anggota keluarga mereka. Saya bangga sekali :’) . Pesan saya untuk TFI sbg official volunteer JakThon 2014, saya berterima kasih kepada TFI karena memberi kesempatan kpd saya untuk berkomitmen dan berkontribusi menjadi salah satu bagian volunteer pada acara akbar kemarin. Saya senang sekaliiii :)
Pesan saya untuk JakThon di tahun berikutnya agar lebih baik, sukses dan heboh dan meriah lagi. Dan tidak terjadi ke “riweuh”an lagi pada saat pengambilan barang di Bagdrop pada bagian 5k dan 10k. Sukses Jakarta Marathon dan Teach For Indonesia :))

 -Indira_

Universitas Negeri Jakarta

—————————————————————————————————————————————————————-

Hi, Saya Eddy Subianto dari volunteer bagian C5 dan B2 pos 18.

Tanggal 23 saya harusnya membantu di bagian Maratonz tapi dipindahin ke bagian Corporate/Group/Sponsor. Saya sangat senang bisa bertemu dengan orang-orang dari perusahaan dari sini saya mendapat pengalaman cara melayani orang. Meskipun berdiri 4 jam tanpa istirahat saya sangat senang bisa membantu disini dan melihat antusias dari pelari maupun volunteernya. Tgl 27 saya mendapat KM ke 18 tugas kami adalah memberi semangat kepada pelari juga mengarahkan ke rute yang benar sesuai dengan warna BIBnya. Saat bertugas sebagai volunteer di KM 18 saya sangat senang banget karya yel-yel dari team kami diikuti oleh pelari-pelari, beberapa pelari juga memberi high five kepada kami, ada juga yang memberikan saya beng-beng. Disini saya belajar banyak tentang team work dan melihat begitu antusiasnya pelari. Sungguh gak menyesal menjadi volunter di Jakarta Marathon. Thanks atas kesempatannya Teach For Indonesia Binus

-Eddy Subianto-

—————————————————————————————————————————————————————-

Tugasnya gak repot” amat,, bisa santai juga. Koordinatornya juga teratur melakukan rotasi. Sangat berguna untuk nambah”in pengalaman dan belajar menjalin kerjasama yang baik di dalam tim.

-Raja Denny Steven- (VTFI – 2619)

Mahasiswa semester akhir Unika Atma Jaya Jakarta

—————————————————————————————————————————————————————-

Saya bertugas di 2 job desk.

Yg pertama di Race Pack Kids Collection, saat diminta bantuan untuk menyiapkan goodie bag saya bingung apa beda dari goodie bag yg ada bukunya dan yg tdk. Saat saya bertanya ke committeenya lgsg mereka pun jg bingung (?) Tp so far, bertugas di bagian ini seru2 dan lancar aja.

Tugas kedua adalah Course Marshall KM20. Jujur, saya sangat kecewa kami diangkut dgn truk yg rendah dgn isi di dlmnya 33 org. Sangat berbahaya. Saya dan teman wanita sempat beberapa kali jatuh atau oleng saat sopir mengerem. Selain itu, kami diajak puter2 mengikuti rute FM, dari monas, glodok, kota tua balik ke monas lg baru sudirman sampai kuningan. Sangat tdk efektif harus mengantar yg lain turun. Dari pos 2-19. Artinya harus berhenti 18 kali baru sampai di pos kami. Berangkat jam 2:50 baru sampai di TKP jam 4:40 malah kelelahan berdiri selama 2 jam di truk sebelum bertugas. Tapi melihat runners melintas rasanya semua itu terobati.

Semoga di thn dpn ada perbaikan dan perhatian utk volunteer yg sdh meluangkan waktunya. Terimakasih….

-Zora-

Binusian

—————————————————————————————————————————————————————-

Sehubungan dengan telah berakhirnya kegiatan Jakarta Mandiri Marathon 2014 yang luar biasa ini, ijinkan saya menyampaikan testimoni terkait keikutsertaan saya menjadi volunteer bersama TFI Indonesia by Binus.

Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk bergabung menjadi volunteer walaupun sangat terlambat dalam pengajuaannya namun Ibu Intan sangat responsif dalam berkomunikasi. Saya sebagai mahasiswa non Binus merasa senang atas semangat rekan – rekan volunteer walaupun mayoritas adalah masyarakat Binus namun tidak ada batasan antara non Binus dengan Binusian, luar biasa.

Untuk persiapannya, terima kasih juga untuk para koordinator yang tetap menjaga koneksi dengan para anggotanya. Briefing yang dilakukan juga sangat baik namun saat pertemuaan pertama di Sarinah, mungkin dengan koordinasi dan pemberitahuan yang baik akan mengurangi ketidakpastian kelangsungan acara pada saat itu. Jujur saya saat itu bingung apa yang akan dilakukan setelah lari dari dan ke Sarinah. Beberapa volunteer mungkin merasa dilepas begitu saja oleh koordinator atau pihak terkait. Overall cukup baik dalam tahap persiapan hingga menuju Hari H.

Pada saat hari H, ada beberapa hal yang patut diperhatikan menurut saya. Akses menuju tempat berkumpul simpang siur informasinya sehingga untuk mencari jalur masuk menuju panggung saya dan beberapa rekan harus berputar beberapa kali. Yang kedua, waktu interval antara makan dengan waktu keberangkatan menurut saya sangat tipis. Saya melihat beberapa volunteer belum memakan konsumsinya karena sudah waktu berbaris dan untuk menaiki truk (kloter awal).

Saat saya bertugas di KM 27 (B), keseluruhan Marathon berlangsung sangat baik. Rekan – rekan saya pada waktu itu nonstop menyemangati pelari dari yang pertama hingga terakhir. Tepat disamping truk festival budaya yang terus memainkan alat musik tradisional dan menari, kami turut memecahkan suasana. Dengan kondisi setengah jalan menuju finish, memang sangat diperlukan adanya pemacu semangat untuk peserta. Saya sangat apresiasi para tim Festival Budaya yang terus memainkan musik dan menari di jalan hingga selesai. Hanya satu hal yang saya sayangkan adalah kurangnya koordinasi dengan pihak Kepolisian. Saat memasuki kloter terkahir, polisi sudah membuka jalan yang padahal masih ada pelari yang terus berlari dengan semangat. Sempat terjadi adu mulut antara volunteer, pengendara bis, dan pelari itu sendiri. Lumayan panas kondisi saat itu. Lalu saya sangat menyayangkan tim medis yang telah pergi dari poskonya padahal masih ada sekitar puluhan pelari di belakang. Alhasil ada satu pelari wanita mengalami cidera dan harus menunggu truk kami datang untuk mengantar ke pos medis selanjutnya. Sekitar 30-40 menit wanita tersebut menunggu. Keadaan lalu lintas pun sudah ramai dan tidak kondusif.

Selebihnya adalah suatu pengalaman yang sangat tidak terduga dan menggembirakan. Dapat melihat pelari internasional, melihat pelari yang berusia tua namun bersemangat, pelari dengan tujuan sosial, pelari yang malah ikut menari bersama kami, pelari lokal dan asing semuanya sangat menggembirakan.

Terima kasih juga atas baju Jakarta Marathon 2014 yang telah free diberikan kepada kami.

Demikian testimoni saya sebagai volunteer untuk Jakarta Mandiri Marathon 2014, sukes terus untuk TFI Indonesia by Binus.

Salam,

-I Made Anggara Wijayatman-

—————————————————————————————————————————————————————-

Perkenalkan sy Aulia dr Universitas Indonesia dan saya merupakan salah satu volunteer dr Jakarta Marathon, saya merasa senang sekali bisa ikut bekerjasama dengan TFI untuk menjadi bagian dari acara sebesar Jakarta Marathon. Dengan bergabung di kegiatan ini saya menjadi bisa berkenalan dengan banyak teman-teman dari kampus lainnya termasuk Binus. Kegitan ini benar-benar bermanfaat untuk saya :) meskipun memang ada beberapa kekurangan namun banyak kelebihan yang bisa saya ambil disini. Saya melihat TFI benar-benar profesional dan benar-benar bekerja secara maksimal meskipun sebagai volunteer dan tidak dibayar. Saya berharap bisa bekerja sama kembali dengan TFI di kegiatan yang lain :)

Salam,

Nur Aulia

Universitas Indonesia

—————————————————————————————————————————————————————-

Berawal dari informasi akun twitter @kampusupdate dan ditambah dari teman masa sma yang kuliah di binus, saya memutuskan untuk bergabung dalam volunteer Jakarta Marathon 2014. Hal ini merupakan suatu kebanggaan dan tantangan, karena saya menyadari bahwa tanggal-tanggal tersebut sedang  berlangsung pekan uts. Berjalan waktu, saya ikuti kegiatan mulai dari briefing pertama, running clinic, dan briefing kedua. Semua hal tersebut saya lakukan dengan perjuangan hingga terkadang pindah jam kuliah dan meliburkan diri hehe. Saya memutuskan untuk memilih jobdesk race pack collection pada hari sabtu, namun saya diminta pindah hari ke kamis atau jum’at. Hal itu membuat saya sempat putus asa, karena khawatir jadwal yang bersamaan dengan uts. Alhamdulillah, setelah keluar jadwal ternyata jobdesk(BIB HM) tidak terbentur dengan uts (horeee)

Tiba saat hari-h, saya semakin bersemangat dan penasaran akan tugas yang dilakukan. Koor saya (Kelvin) memberikan kepercayaan kepada saya di bagian front desk. Banyak pengalaman yang didapatkan yaitu mengenal data entry system secara online, belajar dalam team work, dan komunikasi dua arah yang mengharuskan saya berbahasa Indonesia maupun Inggris secara baik dan benar. Hal yang paling berkesan adalah melayani registrasi pelari dari tiongkok, ketika saya meminta untuk memperlihatkan id card ternyata dia langsung berbicara dan hanya bisa bahasa mandarin. Hal itu membuat saya terkejut dan sempat bingung harus berkomunikasi dengan bahasa apa. Akhirnya teman satu shift ada yang bisa bahasa mandarin dan permasalahan teratasi.

Untuk koor saya (Kelvin), dia orang baik, tanggung jawab, dan peduli dengan volunteernya. Terima kasih kepada TFI, see you next time.

-Faisal Yusuf Ananda- (VTFI 0574)

Mahasiswa Semester 5 Institut Pertanian Bogor

—————————————————————————————————————————————————————-

Terima kasih kepada Teach for Indonesia (TFI) Binus University yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi bagian dari The Jakarta Marathon sebagai volunteer. Merupakan sebuah kebanggan bagi saya bisa berkontribusi sebagai salah satu volunteer dalam event perlombaan lari bertaraf internasional ini. Saya bertugas sebagai Front Desk Race Pack Collection BIB Pick Up Half Marathon pada tanggal 23 Oktober 2014 dan sebagai bagian dari tim Bag Drop for 5K Runners pada tanggal 26 Oktober 2014. Selama bertugas, saya merasa senang karena teman-teman dalam tim sangatlah ramah dan kooperatif.

Koordinator volunteer dari kedua tim di mana saya bertugas, yaitu Kelvin Wijaya dan Sebastian Limminata juga orangnya sangat sabar, ramah, komunikatif, dan kooperatif. Mereka mampu memimpin kelompoknya dengan baik dan juga selalu mengingatkan kami agar tetap saling mendukung satu sama lain selama bertugas. Dukungan dari orang tua dan teman-teman tim saat bertugas juga jadi penyuntik semangat yang sangat efektif bagi saya kala menjalankan tugas. Meskipun kegiatan ini sempat membuat saya kelelahan serta mendapatkan respon yang beragam dari pelari atas hasil kerja kami yang nota bene tidak semua responnya menyenangkan, tapi saya tetap merasa bangga karena bisa menyelesaikan tugas ini dengan cukup baik. Sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih kepada pihak TFI yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk menimba ilmu dan mendapatkan pengalaman yang amat berharga ini.

Semoga ke depannya, saya bisa punya kesempatan untuk kembali bergabung dengan TFI sebagai volunteer di event-event berikutnya. Keep up the good work, guys.

 “Volunteers are not paid. Not because they are worthless, but because they are priceless” -Sherry Anderson- “Volunteers are paid by six figures, SMILES” -Unknown-

 Terima kasih banyak.

Salam,

-Fidia Larakinanti- (VTFI-1240)

Paramadina Principia Management Group (Hubungan Internasional)

—————————————————————————————————————————————————————-

Ini ada sedikit cerita dari pelari yang ikut dalam acara Jakarta Marathon, yuk di baca:

https://artamorosundjaja.wordpress.com/2014/10/29/sharing-jakarta-marathon-2014/

_____________________________________________________________________________________________________

2014 Mandiri Jakarta Marathon Volunteers Testimonials

From the time I became a graduate, I always asked what I could contribute during my lectures until I graduated. I think being a volunteer can add to my experience and insight in organizing. It turned out that it really happened in the activity that I first participated in as a 2014 Jakarta Marathon volunteer. There were indeed many obstacles in carrying out tasks such as wanting to relax and be lazy. But that is the first step in becoming a volunteer, we must be able to overcome such feelings so that in the end we are used to dealing with those lazy feelings. The 2014 Jakarta Marathon ran smoothly, many runners were happy with the volunteer activities that helped this event. Many also say that this year is better than before. Maybe for the next event, TFI can be happy to help again and can also bring Indonesia’s name better than before. God bless

-Russel Lie-

Binusian

——————————————————————————————————————————————————— ———-

For testimonials about my jobdesk as the Race Pack Team, I might be able to learn how it feels to wait for an item that we want with the problem. Like yesterday Lola’s internet. Then I can learn how people’s attitudes towards servants, I can also communicate with outsiders, not only Indonesia. Even though communication is prohibited by Ka Intan hehe ..

For my choir, I give two thumbs up to him, Kelvin. Always there for us. Always checking every condition that exists. It works great. Asik.

-Fransiskus SM Sitanggang- (VTFI-0767)

State Polytechnic of Creative Media

————————————————————————————————————————————————– ———-

For this event I would like to show my appreciation by giving 2 thumbs up because of the chairman, choir, and volunteers that can succeed this event by boasting and most importantly ma’am diamonds can also arrange this event until as successful as possible and also don’t forget all volunteers and choirs it can work together even though it has never met but they can work together to make this event a success. That is my experience hehehe

-Mario-

——————————————————————————————————————————————————— ———-

It’s fun and exciting to be able to do volunteer activities with new people, even though I’m not a Binusian, but in Team E 9.1 I feel united with lots of jokes and laughter. The assessment for the coordinator I gave was 8.5. Responsibility, care for volunteers, and communicative. The coordinator named Fariz.

——————————————————————————————————————————————————— ———-

Hi, I’m Indira. Usually called Dira. I’m aware of UNJ. I was selected and had the opportunity to be a volunteer at the 2014 Jakarta Marathon on Sunday. I served in the Half Marathon Bagdrop section. My experience in volunteering this event was my first experience and was able to contribute to the great event that was so great! This is a very exciting experience. Where I can get acquainted with many people, have many friends and can share experiences. I am happy to have a solid team, willing to work together without recognizing the differences between us and having a compact team. Even though I am an “outsider” not from the Binus area or TFI, I feel I have a new family. The majority of my team comes from Binus and TFI students, but they can embrace me and consider me to be a member of their family. I am very proud: ‘). My message to TFI as an official JakThon 2014 volunteer, I thank TFI for giving me the opportunity to commit and contribute to being a part of the volunteer at the grand event yesterday. I am very happy :)

My message to JakThon in the following year to be better, more successful and more excited and lively. And does not happen to “riweuh” again when taking goods in Bagdrop in sections 5k and 10k. Success of Jakarta Marathon and Teach For Indonesia :))

-Indira_

State University of Jakarta

————————————————————————————————————————————————– ———-

Hi, I’m Eddy Subianto from volunteer section C5 and B2 heading 18.

On the 23rd I was supposed to help in the Maratonz section but was transferred to the Corporate / Group / Sponsor section. I am very happy to be able to meet people from the company from here. I have experienced how to serve people. Even though I stand 4 hours without a break I am very happy to be able to help here and see the enthusiasm of the runners and volunteers. On the 27th, I got the 18th KM. Our job was to encourage the runners and also to direct the correct route according to the color of the BIB. When I was serving as a volunteer at KM 18 I was very happy that the work of our team’s slogans was followed by runners, some runners also gave us a high five, some also gave me stunts. Here I learned a lot about team work and saw how enthusiastic the runners were. Really don’t regret being a volunteer in the Jakarta Marathon. Thanks for the opportunity Teach For Indonesia Binus

-Eddy Subianto-

————————————————————————————————————————————————– ———-

His job is not too much trouble “, can relax too. The coordinator also regularly rotates. Very useful to add “in experience and learn to establish good cooperation in the team.

-King Denny Steven- (VTFI – 2619)

The final semester student at Unika Atma Jaya Jakarta

————————————————————————————————————————————————– ———-

I served in 2 job desks.

The first person in the Race Pack Kids Collection, when asked for help to prepare a goodie bag, I was confused about what was different from the goodie bag that had the book and the one that didn’t. When I asked the committee, they were also confused (?) But so far, the task in this section was just fun and smooth.

The second assignment is the Marshall KM20 Course. Honestly, I am very disappointed that we were transported in a low truck with 33 in it. Very dangerous. Me and a female friend had fallen or shaken a few times when the driver put the brakes on. In addition, we were invited by the puter2 to follow the FM route, from monas, glodok, the old city back to the new monument to Sudirman to Kuningan. It is very ineffective having to send others down. From heading 2-19. It means we have to stop 18 times before we arrive at our post. Departing at 2:50 and arrived at the scene at 4:40 instead tired from standing for 2 hours in the truck before duty. But seeing runners cross it feels like it’s all relieved.

Hopefully in the year there will be improvements and attention for volunteers who have taken their time. Thank you….

-Zora-

Binusian

————————————————————————————————————————————————– ———-

In connection with the end of this extraordinary Jakarta Mandiri Marathon 2014 event, allow me to submit a testimony related to my participation in becoming a volunteer with TFI Indonesia by Binus.

Previously, I would like to thank you very much for the opportunity given to me to join as a volunteer, even though it was very late in the process, but Ms. Intan was very responsive in communicating. As a non-Binus student, I feel happy for the enthusiasm of my fellow volunteers, although the majority are Binus people, but there is no boundary between non-Binus and Binusian, which is extraordinary.

For the preparation, thank you also to the coordinators who maintain connections with their members. The briefing was also very good but at the first meeting in Sarinah, perhaps with good coordination and notification would reduce the uncertainty of the continuity of the event at that time. Honestly, I was confused about what to do after running from and to Sarinah. Some volunteers may feel released by the coordinator or related parties. Overall is quite good in the preparatory phase up to H Day.

On H-day, in my opinion there are some things that should be considered. Access to the gathering place of information is confusing so as to find the entrance to the stage I and several colleagues had to spin several times. Secondly, in my opinion the interval between meals and departure times is very slim. I saw that some volunteers had not yet consumed their consumption because it was already time to line up and get on the truck (initial fleet).

When I was working on KM 27 (B), the whole Marathon was going very well. My colleagues at that time nonstop encouraged runners from the first to the last. Right next to the cultural festival truck that continues to play traditional musical instruments and dancing, we help break the atmosphere. With the condition halfway to the finish, it is very necessary to have a spirit boost for the participants. I am very appreciative of the Cultural Festival teams who continue to play music and dance on the road to completion. Only one thing I regret is the lack of coordination with the Police. When entering the last fleet, the police had opened a path even though there were still runners who kept running with enthusiasm. There was an argument between volunteers, bus riders and runners themselves. Pretty hot conditions at that time. Then I regretted the medical team that had left their post even though there were still dozens of runners behind. As a result there was a female runner who was injured and had to wait for our truck to come to the next medical post. Around 30-40 minutes the woman waited. The traffic situation is already crowded and not conducive.

The rest is a very unexpected and exciting experience. Being able to see international runners, seeing old but vibrant runners, runners with social goals, runners who even danced with us, local and foreign runners were all very encouraging.

Thank you also for the 2014 Jakarta Marathon clothes that have been freely given to us.

Thus my testimony as a volunteer for the Jakarta Mandiri Marathon 2014, continued success for TFI Indonesia by Binus.

Regards,

-I Made Anggara Wijayatman-

————————————————————————————————————————————————– ———-

Introducing Sy Aulia from the University of Indonesia and I am a volunteer from the Jakarta Marathon, I am very happy to be able to work with TFI to be part of an event as big as the Jakarta Marathon. By joining this activity I became able to get acquainted with many friends from other campuses including Binus. This activity is really useful for me :) although there are some disadvantages, but there are many advantages that I can take here. I see that TFI is truly professional and really works optimally even though as a volunteer and not paid. I look forward to working with TFI again in other activities :)

Regards,

Nur Aulia

University of Indonesia

Starting with @kampusupdate twitter account information and added from high school friends studying at Binus, I decided to join the Jakarta Marathon 2014 volunteer. This is a matter of pride and challenge, because I realize that these dates are going on last week. Running time, I follow the activities starting from the first briefing, running clinic, and the second briefing. All of these things I do with the struggle to sometimes move out of college and take a break hehe. I decided to choose the jobdesk race pack collection on Saturday, but I was asked to move to Thursday or Friday. It made me desperate, because I was worried about the schedule that coincided with Uts. Alhamdulillah, after leaving the schedule it turned out that the jobdesk (BIB HM) did not collide with uts (hooray)

At d-day, I became more excited and curious about the task at hand. My choir (Kelvin) gave me confidence in the front desk. A lot of experience was gained by knowing the data entry system online, learning in team work, and two-way communication that required me to speak Indonesian and English well and correctly. The most memorable thing was serving the Chinese runner registration, when I asked to show the ID card, it turned out that he immediately spoke and only spoke Mandarin. That surprised me and was confused about what language to communicate with. Finally, one shift friend can speak Mandarin and the problem is resolved.

For my choir (Kelvin), he is a good person, responsible, and cares about his volunteers. Thanks to TFI, see you next time.

-Faisal Yusuf Ananda- (VTFI 0574)

5th semester students of Bogor Agricultural University

————————————————————————————————————————————————– ———-

Thank you to Teach for Indonesia (TFI) Binus University for giving me the opportunity to be part of The Jakarta Marathon as a volunteer. It is a pleasure for me to be able to contribute as one of the volunteers in this international race event. I served as the BIB Pick Up Half Marathon Front Pack Race Pack Collection Front on October 23, 2014 and as part of the Bag Drop for 5K Runners team on October 26, 2014. During my assignment, I was happy because the friends in the team were very friendly and cooperative .

The volunteer coordinators of the two teams where I worked, namely Kelvin Wijaya and Sebastian Limminata were also very patient, friendly, communicative, and cooperative people. They are able to lead the group well and also always remind us to keep supporting each other while on duty. Support from my parents and teammates while on duty also became a spirit injector that was very effective for me when carrying out my assignment. Even though this activity had made me exhausted and got various responses from runners for our work, which not all of the responses were pleasant, but I still felt proud because I was able to complete this task quite well. Once again I say many thanks to the TFI for giving me the opportunity to gain knowledge and gain this valuable experience.

Hopefully in the future, I can have the opportunity to rejoin TFI as a volunteer at the next events. Keep up the good work, guys.

“Volunteers are not paid. Not because they are worthless, but because they are priceless “-Sherry Anderson-” Volunteers are paid by six figures, SMILES “-Unknown-

Thank you very much.

Regards,

-Fidia Larakinanti- (VTFI-1240)

Paramadina Principia Management Group (International Relations)

————————————————————————————————————————————————– ———-

Here are a few stories from runners who took part in the Jakarta Marathon, let’s read:

https://artamorosundjaja.wordpress.com/2014/10/29/sharing-jakarta-marathon-2014/