PKPT “Pekan Keanekaragaman Permainan Tradisional”

December 5, 2013

 

a

KANGEN main engklek? lompat tali? gundu? gasing? galaksin? yoyo?? egrang? becak-becakan? congklak? bekel? bakiak? ular tangga?

Ingin merasakan lagi main semua itu?

TFI mengadakan Pekan Keanekaragaman Permainan Tradisional untuk mengingatkan, melestarikan dan tidak melupakan permainan tradisional dimana permainan-permainan tersebut juga bermanfaat untuk membentuk karakter kita.

Acaranya adalah Gelar Permainan dan Adu permainan tradisional. Diikuti oleh 5 negara (Perancis, Spanyol, Argentina, Meksiko, dan Korea).

Jika peserta memenangkan adu permainan tradisional akan mendapatkan piala walikota Jakbar PLUS kacamata FREE dari Optik Samudra  dan untuk setiap peserta mendapatkan diskon 75.000 PLUS 2 box softlens HANYA 110.000 saja dari optik Samudra.

Jangan lupa datang ramai-ramai yah…biar seru mainya.

Sedikit mengingatkan teman-teman, cara bermain :

Bakiak

Setiap tim minimal berjumlah tiga orang, semakin banyak jumlah ornag dalam satu tim akan semakin sulit mengkoordinasikan tim tersebut. Oleh karena itu, selain melangkahkan kaki dengan tegas permainan ini juga berfungsi melatih kepemimpinan bagi kedua tim. Gabaimana caranya agar bisa mengkoordinasikan seluruh anggota tim agar dapat berjalan serempak dengan langkah yang sama sehingga tidak terjatuh. Setiap tim minimal beranggotakan tiga orang pemain atau lebih. fasilitator memberikan instruksi kepada setiap tim bahwa tim yang dapat kembali ketempat start adalah pemenangnya. Setiap tim diberikan waktu sekitar tiga menit untuk mendiskusikan strategi masing-masing. Tim yang paling cepat kembali ketempat start adalah tim yang menjadi pemenang.

 

Yoyo

Yoyo dililit dengan tali yang ada pada celah di tengah-tengah Yoyo.

Tali itu dililitkan memutari celah di tengah sampai seluruh tali terlilit dan meninggalkan ujung tali saja.

Lalu ujung tali (yang biasanya diberi kait) dikaitkan atau diikatkan di salah satu jari biasanya jari telunjuk atau jari tengah.

Kemudian buah Yoyo dilemparkan ke bawah.

Untuk Yoyo yang bagus dan seimbang ikatannya, dia akan bisa berputar sendiri di bawah. Dengan sedikit sentakan tali ke arah atas, maka Yoyo yang sedang berputar di bawah akan naik ke atas dengan sendirinya.

 

Kelereng

Gambar lingkaran kecil di tanah. Semua anak menaruh sebutir kelereng di dalam lingkaran. Secara bergantian, lemparkan sebutir kelereng lainnya ke arah lingkaran. Anak  yang kelerengnya paling jauh dari lingkaran, boleh main lebih dulu. Dia harus memakai kelereng yang ada di luar lingkaran sebagai “Penyerang” untuk memukul kelereng di dalam lingkaran keluar. Kalau berhasil melakukannya, maka ia boleh menyimpan setiap kelereng yang kena jentik. Kelereng “Penyerang” harus tetap tinggal di dalam lingkaran. Kalau tidak, maka anak yang memilikinya akan kehilangan kelereng tersebut. Pemenang adalah anak yang mengumpulkan kelereng atau gundu terbanyak.

 

Galaksin

Cara Bermain :

Membuat garis-garis penjagaan dengan kapur seperti lapangan bulu tangkis.

Membagi pemain menjadi dua tim, satu tim terdiri dari 3 – 5 atau dapat disesuaikan dengan jumlah peserta. Satu tim akan menjadi tim “jaga” dan tim yang lain akan menjadi tim “lawan”. Tim “jaga” akan menjaga lapangan , caranya yang dijaga adalah garis horisontal dan garis batas vertikal.

Sedangkan tim yang menjadi “lawan”, harus berusaha melewati baris ke baris hingga baris paling belakang, kemudian kembali lagi melewati penjagaan lawan hingga sampai ke baris awal.

 

Congklak

2 orang berhadapan mulai serentak dengan memasukkan sebiji “buah” kedalam setiap “kampong” sendiri dan seterusnya masukkan ke dalam “rumah”. Lalu “buah hendaklah dimasukkan ke dalam “kampong” lawannya. Jika ia singgah di kampong lawan yang tidak ada buah, ia dikira mati.

Jika buah terakhir singgah di kampong lawan yang mempunyai buah, maka ia boleh meneruskan permainan. Jika ia mati dikampung sendiri, bertentangan dengan kampong lawan yang mempunyai buah, ia berhak mengambil buah lawannya itu. Sekiranya ia mati dikampung sendiri setelah melalui kampong lawan dan didapati di kampong lawan tidak ada buah, maka ia mati dalam kerugian. Di akhir permainan buah hanya tinggal beberapa biji saja dalam kampong masing-masing. Peserta dikehendaki berjalan tapak secara serentak menuju kearah rumah masing-masing. Lalu hitunga yang paling banyak buah ia yang menang.

 

Lompat Tali

Kotak yang terdapat pecahan genteng milik pemain tersebut tidak boleh diinjak dan harus dilewati. Dan pemain yang sedang bermain dengan meloncat dilarang untuk menyentuh atau menginjak garis pembatas. Pemain yang telah menyelesaikan satu putaran berhak memilih sebuah petak untuk dijadikan “lahan” mereka, yang artinya petak tersebut boleh diinjak, sementara pemain lain tidak boleh menginjaknya selama permainan. Peserta yang memiliki kotak paling banyak adalah yang akan memenangkan permainan ini.

 

Engklek

Permainan tradisional sederhana ini dilakukan dengan cara melemparkan sebuah pecahan genteng atau batu berbentuk pipih, dilakukan secara bergantian. Para pemain akan mengundi urutan pemain yang akan bermain. Pemain pertama harus melemparkan pecahan gentingnya ke kotak pertama yang terdekat. Setelah itu dia harus melompat-lompat ke semua kotak secara berurutan hanya dengan menggunakan 1 kaki, sedangkan kaki yang lainnya harus diangkat dan tidak boleh menyentuh tanah.

 

Bekel

Buah bekel diambil satu persatu & pada buah terakhir dengan cepat dilemparkan berbarengan. lalu diambil dua-dua, & terus bertambah satu hingga jumlah keseluruhan. berikutnya merubah semua buah bekel menjadi bentuk pit, chin dan rho lalu teknik yang sama digunakan kembali, setelah itu posisi buah bekel yang tak memiliki titik disisinya (chin) kemudian diambil seperti sebelumnya, kemudian posisi buah bekel yang memiliki titik disisinya (pheng) & dilanjutkan sama seperti sebelumnya. Tahapan terakhir, yaitu ngaspel. membentuk buah bekel menjadi barisan diawali dengan pit yang sejajar, kemudian dirubah menjadi rho, kemuan diubah menjadi chin, dan terakhir dirubah menjadi pheng. Setelah itu semua harus dilalui dengan jari jempol dan telunjuk berbentuk U kebalik dan tak lupa memantulkan bola bekel. Setelah selesai semua biji diambil dan membentuk tandatangan sebelum bola jatuh kelantai. Jika tahapan dilalui semua,peserta menang.
Terbuka untuk UMUM !


PKPT “Traditional Game Diversity Week”

Miss playing crank? jump rope? marbles? top? galactic? yoyo ?? stilts? rickshaw? congklak? bekel? clogs? Snakes and ladders?

 

Want to feel again playing all that?

 

TFI held a Traditional Games Diversity Week to remind, preserve and not forget the traditional games where the games are also useful to shape our character.

 

The program is a traditional game title and competition. Followed by 5 countries (France, Spain, Argentina, Mexico and Korea).

 

If a participant wins a traditional competition, he will get a trophy from the mayor of West Jakarta PLUS FREE glasses from Optics Samudra and for each participant gets a discount of 75,000 PLUS 2 softlens boxes ONLY 110,000 from Optical Samudra.

 

Do not forget to come busy, yeah … let it be fun.

 

A little reminiscent of friends, how to play:

 

Clogs

 

Each team has a minimum of three people, the more people in a team, the more difficult it is to coordinate the team. Therefore, in addition to stepping foot firmly this game also serves to train leadership for both teams. Gaba how to be able to coordinate all team members so they can walk in unison with the same steps so that they do not fall. Each team consists of at least three or more players. the facilitator gives instructions to each team that the team that can return to the starting place is the winner. Each team is given about three minutes to discuss their respective strategies. The team that returns to the starting place the fastest is the team that wins.

 

Yoyo

 

Yoyo is wrapped around a rope in the gap in the middle of Yoyo.

The rope is wrapped around a gap in the middle until the whole rope is wrapped around and leaves only the end of the rope. Then the end of the rope (which is usually given a hook) is attached or tied to one of the fingers usually the index finger or middle finger.Then Yoyo’s fruit is thrown down. For a good and balanced Yoyo, he will be able to spin himself down. With a slight jerk of the rope towards the top, then Yoyo who is spinning down will go up by itself.

 

 Marbles

 

Draw a small circle on the ground. All children put a marble in a circle. Alternately, throw another marble toward the circle. Children whose marbles are the farthest from the circle, may play first. He must use marbles that are outside the circle as “Attackers” to hit marbles inside the circle out. If successful, then he may save any marbles that have been flicked. “Attack” marbles must remain in the circle. If not, then the child who has it will lose the marbles. The winner is the child who collects the most marbles or cones.

 

 

 

Galaksin

 

How to play :

Make lines of protection with chalk like a badminton court.

Dividing players into two teams, one team consists of 3 – 5 or can be adjusted according to the number of participants. One team will be the “guard” team and the other team will be the “opposing” team. The “guard” team will guard the field, the way to guard is horizontal lines and vertical boundaries. Whereas the team that becomes the “opponent”, must try to cross the line to the last row, then back again through the guard of the opponent to get to the starting line.

 

Congklak

 

2 people face to face starting simultaneously by putting a “fruit” into each “village” itself and so on enter it into “home”. Then “fruit should be put in the” village “opponent. If he stopped in the village of an opponent that had no fruit, he was thought to be dead.

 

If the last fruit stops in the village of an opponent who has fruit, then he may continue the game. If he dies in his own village, contrary to the opponent’s village which has fruit, he has the right to take the opponent’s fruit. If he died in his own village after going through the opponent’s village and found in the opponent’s village there was no fruit, then he died in loss. At the end of the game, only a few seeds are left in each village. The participants are expected to walk tread simultaneously towards their respective homes. Then count the most fruit he wins.

 

Jump rope

 

Boxes that contain pieces of tile belonging to the player must not be stepped on and must be skipped. And players who are playing by jumping are prohibited from touching or stepping on the boundary line. Players who have completed one round are entitled to choose a plot to be made their “land”, which means that the plot can be stepped on, while other players may not step on it during the game. The participant who has the most boxes is the one who will win this game.

 

Engklek

 

This simple traditional game is done by throwing a piece of tile or flat-shaped stone, carried out alternately.