Komitmen BINUSIAN melalui Program TFI untuk Merapi (Kisah III)

February 28, 2013

Setelah pembangunan secara fisik, penanaman untuk perbaikan ekosistem dilakukan. Warga masyarakat yang telah selesai fokusnya mendirikan HUNTAP (Hunian Tetap), kini bergerak untuk meningkatkan skill / kemampuannya agar Program Wisata berjalan lebih baik dan terkoordinasi.

Belum lama ini, tanggal 22 Februari – 24 Februari, tim TFI bersama dengan Ketua Jurusan DKV melakukan pertemuan dengan Ketua Komunitas Pemuda Warga Kinahrejo.

Dengan berdiskusi bersama untuk meningkatkan soft skill dan juga melengkapi kondisi fisik penunjang.

Rencana Program dari hasil diskusi

Pemberdayaan terhadap muatan local yang ada merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian dari program Community Development.

Pembinaan terhadap beberapa aspek :

1. Aspek soft skill penunjang Program Wisata :

  • Pembinaan bahasa inggris
  • Communication Skill
  • Sikap Melayani
2. Marketing tools :
  • Brosure
  • Web Merapi
  • Merchandise/ souvenir

3. Psikologi
4. Management terhadap lingkungan dan pengelolaan sampah
5. Entrepreneur
6. Management restaurant (termasuk pelatihan memasak dan menyuguhkan makanan cirri khas Merapi)

 

(Resto Kinahrejo – pondok Utama untuk pemesanan)

 

(Lengkeng yang di tanam tahun 2011 dan sudah berbuah)

 

(Perkenalan mendadak, saat TFI ke rumah Alm Mbah Maridjan bertemu dengan Bupati Sleman)

 

(situasi pondok Resto Kinahrejo)

 

(suasana Meeting tim TFI bersama dengan perwakilan DKV dan Komunitas Penghijauan Merapi serta Tokoh Masyarakat Kinahrejo dan Ketua Pemuda termasuk salah satunya adalah mahasiswi BINUS Online yang ternyata adalah wakil dari komunitas Pemuda Kinahrejo)

 

(Di Resto Kinaharjo, disajikan makanan cirri khas Merapi dan juga hasil dari tanaman disana)

 

(papan yang dari awal di tanam tahun 2011 dan sekarang masih ada)

 

(bunga di Merapi)

 

(Meeting dengan Ketua Jurusan Pariwisata Merapi dan Ketua Program LDK Sanata Dharma)

 

Kondisi perumahan warga Kinahrejo, yang dulu mereka kehilangan tanah dan rumahnya. Sekarang mereka dari hasil program wisatanya telah berhasil membeli lahan, mendirikan rumah dan menatanya dengan baik.

 

(di perumahan warga kinahrejo sudah dibuat system pengelolaan sampah)

 

(pengelolaan untuk kotoran sapi, menjadi pupuk biogas pun sudah disiapkan meski sapinya belum ada, tp tempatnya sudah sangat lengkap)

 

(di setiap rumah, mereka di galakan untuk menanam sayuran ataupun tanaman yang bermanfaat)

 

(tim TFI diterima di rumah salah satu warga dan di beri hidangan air jahe buatan warga sendiri dan Pak Asih – Anak Mbah Maridjan / juru Kunci saat ini)

Akhir kata, kami dari TFI BINUS banyak sekali belajar dengan ketekunan dan semangat dari warga di Merapi. Memulai semuanya dari nol meski awalnya semuanya ada. Mereka bahu membahu dan berswadaya melakukan dan mencapai itu semua.

Membeli lahan, membangun dan menatanya semua dilakukan secara swadaya. Dan kini marilah kita menjadi bagian untuk mengembangkan kehidupan mereka dengan meningkatkan kualitas hidupnya melalui berbagai pembelajaran dan dukungan yang bisa kita lakukan.

“Mari kita wariskan mata air untuk anak cucu kita, bukan air mata”.

Semangat pemikiran yang di tanamkan warga Kinahrejo untuk keberlangsungan hidup.

_____________________________________________________________________________________________________

BINUSIAN Commitments through the TFI Program for Merapi (Story III)

After physical development, planting for ecosystem improvement is carried out. Citizens who have finished their focus establishing HUNTAP (Permanent Residence), are now moving to improve their skills / abilities so that the Tourism Program runs better and is coordinated.

Not long ago, on February 22 – February 24, the TFI team together with the Chairperson of the DKV Department held a meeting with the Chairman of the Kinahrejo Youth Community.

By discussing together to improve soft skills and also complement the supporting physical conditions.

Program Plan based on the results of the discussion

Empowerment of existing local content is one of the concerns of the Community Development program.

Guidance on several aspects:

1.Soft skill aspects supporting the Tourism Program:

  • English language coaching
  • Communication Skill
  • Service attitude

2. Marketing tools:

  • Brochure
  • Merapi Web
  • Merchandise / souvenirs

3. Psychology

4.  Management of the environment and  waste management

5. Entrepreneur

6. Management restaurant (including cooking training and serving special Merapi cirri food)

(Kinahrejo Resto – Main lodge for reservations)

(Longan which was planted in 2011 and has been fruitful)

(A sudden introduction, when TFI went to Alm Mbah Maridjan’s house to meet with the Regent of Sleman)

(Kinahrejo Resto hut situation)

(The atmosphere of the TFI team meeting together with representatives of the DKV and the Green Community of Merapi and Kinahrejo Community Leaders and Youth Leaders including one of them is a student of BINUS Online who turned out to be a representative of the Kinahrejo Youth community)

(At Kinaharjo Resto, Merapi special food is served and also the results of plants there)

(boards that were originally planted in 2011 and now still exist)

(flowers at Merapi)

(Meeting with Head of Merapi Tourism Department and Head of Sanata Dharma LDK Program)

The housing conditions of Kinahrejo residents, who once lost their land and houses. Now they have been able to buy land, build houses and arrange it well.

(In the kinahrejo housing complex, a waste management system has been established)

(Management for cow dung, a biogas fertilizer has also been prepared even though the cow is not yet available, but the place is very complete)

(in each house, they are sent to grow vegetables or useful plants)

(TFI team was received at the home of one of the residents and given a dish of ginger water made by the residents themselves and Pak Asih – Son Mbah Maridjan / Key interpreter at this time)

Finally, we from TFI BINUS learned a lot with perseverance and enthusiasm from residents in Merapi. Starting everything from scratch even though initially everything was there. They work hand in hand and self-help to do and achieve it all.

Buying land, building and arranging it all is done independently. And now let us be part of developing their lives by improving the quality of their lives through various learning and support that we can do.

“Let us inherit springs for our children and grandchildren, not tears”.

The spirit of thought instilled Kinahrejo residents for survival.